Image default
Headline Komunitas Pendidikan

Raih Medali Emas dan Perak, Kakak Beradik ini Bikin Kejutan di Kota Pahlawan Championship

Surabaya, prestasijatim.com  – Prestasi membanggakan diraih pesilat cilik kakak beradik Muhammad Abyan Adnan Adaba dan Nawwaf Fawwaz Firdaus. Abyan, panggilan dari Muhammad Abyan Adnan Adaba, sukses menyabet medali emas dan menyisihkan lawan-lawannya dalam kategori tanding usia dini.

Abyan, yang saat ini yang tercatat sebagai siswa kelas 5C SDIT Al Uswah, selain menyabet emas bahkan juga berhasil meraih medali perak dalam seni tunggal. Kedua medali tersebut, emas dan perak, diperoleh Abyan dalam National Open Tournament Pencak Silat of Kota Pahlawan Championship 1 2019 yang diselenggarakan di Gedung Olah Raga (GOR) Futsal Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada tanggal 23-25 November 2019.

Ini adalah medali emas ke tiga yang berhasil Abyan raih di dunia bela diri. Emas pertama diperoleh Abyan saat mengikuti kejuraan taekwondo. Emas ke dua diperoleh Abyan dalam pertandingan silat pada turnamen Sparta Surabaya tahun lalu.

Nawwaf, adik Abyan, tak mau kalah dengan prestasi yang telah diraih kakaknya. Nawwaf, yang merupakan siswa kelas 1D SD Luqman Al Hakim Surabaya, berhasil menyabet medali perak dalam kejuaraan seni tunggal Open Tournament Pencak Silat of Kota Pahlawan Championship 1 2019 yang diselenggarakan di Gedung Olah Raga (GOR) Futsal Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada tanggal 23-25 November 2019, pertandingan yang sama dengan yang diikuti oleh kakaknya.

Sebelumnya Nawwaf pernah meraih 2 medali emas di pertandingan beladiri. Emas pertama diperoleh Nawwaf pada pertandingan taekwondo, sedangkan emas ke dua diperoleh Nawwaf pada pertandingan silat Sparta tahun lalu di Surabaya.

Ahmad Firdaus dan Hanik Badriyah Hidayati, yang merupakan keuda orang tua kakak beradik ini, tentu sangat berbangga dengan prestasi kedua putranya ini. Setidaknya kedua putranya telah mengharumkan nama baik sekolah dan juga perguruan silat tapak suci Dinoyo yang telah menggembleng kedua putranya dalam menapaki dunia persilatan.

“Nawwaf dan Abyan telah menekuni pencak silat sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Saat itu guru silatnya memang menyampaikan jika Nawwaf dan Abyan memiliki bakat di dunia bela diri. Atas masukan guru silat di sekolah diarahkanlah kedua putra tersebut untuk mengikuti pendidikan silat di perguruan silat Tapak Suci di luar jam sekolah agar bakatnya semakin terasah,” jelas Firdaus jumat 29/11 pada prestasijatim

Abyan bersama Mama Tun (pangilan akrab pelatih-red)

Sebagai orang tua, Firdaus dan sang istri tentu sangat mendukung bakat kedua anaknya. Sang buah hati pun kemudian didaftarkan masuk perguruan silat Tapak Suci cabang Dinoyo Surabaya. Atas prestasi yang berhasil ditorehkan Nawwaf dan Abyan, Firdaus berharap kedua putranya dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman seperguruan dan teman-teman di sekolahnya. Firdaus mengakui bahwa prestasi yang diraih kedua anaknya ini tak lepas dari peran serta para pembina sekaligus pelatih pencak silatnya, yaitu Pak Totok, Pak Ghofar, Mama Tun dan Mas Zaki.

Sementara  Totok sang pelatih mengaku bahwa sebelum kejuaraan kedua orangtuanya telah memberikan dukungan yang sangat baik. Meraka rela menyisihkan waktu kedua anaknya untuk ikut berlatih dan intensitas latihan diperpadat baik pagi maupun sore hari.

“Yang penting anak didik saya di dalam dunia persilatan bisa maju terus dan jangan sampai minder saat bertanding. Bagi saya kalah itu adalah kesempatan yang tertunda. Saat kalah jangan putus asa, tapi kalau menang jangan terlena, tetaplah berlatih terus agar maju, jika memungkinkan sampai membuat harum nama bangsa” tegasnya

Sebelumnya Romy Ardiansyah, Ketua Panita kejuaraan pencak silat ini mengatakan bahwa ajang kota Pahlawan Championship I bagi usia dini ini adalah ajang untuk menjadi motivasi dan melatih keberanian, sedangkan untuk yang pra remaja ajang diharapkan dapat memunculkan bibit-bibit atlet nasional masa depan pesilat Indonesia. “Kejuaraan pencak silat ini bukan hanya untuk menjaring bibit muda untuk persiapan beberapa kejuaraan ke depan, melainkan juga untuk melihat kualitas atlet muda yang dimiliki Kota Surabaya”, ucap Romy Ardiansyah, Ketua Panitia, Sabtu (23/11/2019).

Lebih lanjut, dalam kejuaraan ini ada 6 gelanggang dengan 62 wasit dan diikuti oleh 297 kontingen, 3737 atlit dari berbagai perguruan pencak silat dan sekolah yang ada di Indonesia. Para atlit tidak hanya datang dari Surabaya, namun juga datang dari Kalimantan Timur, Lampung, Papua, dsb. Kejuaraan ini ditandingkan dalam 3 hari dan rencananya akan diselenggarakan setiap tahun sekali (wan/fer).

Nawwaf Fawwaz Firdaus
Abyan Adnan Adaba

 

Related posts

Sebanyak 55 Bintara dan Tamtama AAL naik pangkat

Wawan Sipro

Pelda Indra Prasetyo Raih Medali Emas Panahan Piala Panglima TNI

Wawan Sipro

Tujuh anak berkebutuhan khusus dari Surabaya ikuti pendidikan di Liverpool

Wawan Sipro

Leave a Comment