Image default
Komunitas Pendidikan

Dua Tim Mahasiswa FIB Unair Raih Juara di Kemah Budaya

Klaten, prestasijatim.com -Tiga mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) berhasil meraih Juara I pada event Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2019. Ketiga mahasiswa yang menjadi perwakilan dari komunitas Wara-Wara Project tersebut adalah Muhammad Fuad Izzatulfikri (FIB 2017), Muhammad Yusuf Awali Taufiqi (FIB 2017), dan Balqis Primasari (FIB 2018).

Event yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah pada 21-25 Juli 2019 dan diikuti oleh 133 tim yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia.

Muhammad Fuad Izzaltulfikri menjelaskan, selain mematangkan konsep serta materi yang akan dipresentasikan, mereka juga memastikan kesiapan mental anggota yang akan dikirimkan pada lomba tersebut. Selain itu, merekajuga meminta dukungan dan doa dari rekan-rekan serta keluarga dekat.

“Kendala yang ditemui ialah karena kami bukan berasal dari mahasiswa jurusan bisnis dan terdapat bisnis model kanvas. Hal tersebut cukup asing dan membuat kami bingung apa yang harus dipersiapkan. Namun,di sana kami mendapatkan fasilitator seorang karyawan dari e-commerce untuk membantu kami selama di sana,” tuturnya, di Surabaya, Selasa(30/7).

Dalam perlombaan tersebut, ketiga mahasiswamempresentasikan perihal purwarupa aplikasi Wara-Wara Project yang mana akan difungsikan sebagai sarana ruang informasi seni dan sastra. Gagasan tersebut, terang Fuad, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat secara luas, karena membantu mempertahankan eksistensi dari pertunjukan budaya yang semakin terkikisdan berkurang peminatnya.

Fuad juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi hal yang berdampak negatif.Maka dari itu, ia danrekan satu tim menggagas adanya Wara-Wara Project ini sebagai ruang informasi seni dan sastra dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Muhammad Yusuf Awali Taufiqi selaku founder Wara-Wara Project menjelaskan berawal bersama rekan-rekan yang sama-sama memiliki keresahan terhadap minimnya ruang informasi seni dan sastra. Akhirnya pada tahun 2017,Wara-Wara Project lahir dan kini telah memiliki website dan akun hampir di semua media sosial.

“Kami mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mengembangkan komunitas Wara-Wara Project ke dalam sebuah platform aplikasi yang mana kami akan mendapat kontrol penuh. Tidak seperti di media sosial yang mainstream seperti Instagram dan sejenisnya, karena terkadang ditemui permasalahan pada media sosial tersebut dan tidak dapat teratasi oleh kami,” tutupnya.(jnr/wan/mad)

Related posts

Unijoyo Harus Jadi Pilar Pengembangan Pulau Madura

Wawan Sipro

Komisi E Minta Dispendik Perhatikan Persiapan UNBK di Kepulauan Madura

Wawan Sipro

Dukung Seleksi Caba PK TNI AL 2021, AAL Siapkan Stadion dan Kolam Renang

Wawan Sipro

Leave a Comment