Image default
Kesehatan Pemerintahan

Kemenko PPMK Sosialisasi Kebijakan dan Program Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia

 

Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK, Ade Rustama.

Surabaya,prestasijatim.com – Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Komenko PMK) RI menggelar sosialisasi kebijakan dan program pemberdayaan disabilitas dan lanjut usia (lansia) di Golden Tulip Hotel Surabaya, Kamis (28/3). Sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan untuk mencapai komitmen bersama dalam bentuk aksi nyata dalam konteks penghormatan, perlindungan dan pengelolaan aksi disabilitas.

Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK, Ade Rustama, usai membuka sosialisasi mengatakan, kegiatan ini bersamaan dengan penghujung akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019. Diharapkan diperoleh program-program yang bisa dilakukan dalam rangka mempercepat realisasi rencana kerja pemerintah pada Tahun 2019, terutama terkait isu disabilitas dan lansia.

Dikatakannya, fokus RPJM 2015-2019 antara lain upaya peningkatan inklusivitas disabilitas dan lansia dalam berbagai aspek kehidupan. Selanjutnya program-program lainnya diarahkan dalam pengembangan berbagai skema perlindungan sosial bagi disabilitas dan lansia.

Menurut Ade dalam RPJM tahun 2015-2019, untuk disabilitas dari total usia kerja yang menerima bantuan sebanyak 182.071 jiwa atau baru 4,78 % yang tercover dalam program perlindungan sosial. Dimana di dalamnya termasuk bantuan keluarga harapan, program eksitensi lanjut usia dan eksitensi disabilitas.

Sementara untuk cakupan sosial penduduk usian 60 tahun ke atas, total yang menerima bantuan sosial sebanyak 3.040 249 jiwa atau 13,40 %. Melihat data tersebut, kata Ade, masih ada jarak yang cukup lebar sebenarnya antara program yang telah ada dan yang belum terlayani. “Di sinilah peran strategis pemenerintah daerah ikut berperan khususnya bagi pengandang disabilitas dan lansia yang belum terkaper layanan pemerintah pusat,” tutur Ade.

Untuk pelayanan disabilitas dan lansia di Jawa Timur sudah banyak program-program inovasi salah satunya pengembangan kabupaten/kota inklusi yang ramah terhadap penyandang disabilitas dan lansia. “Persoalannya, masih ada jarak atau kesenjangan cukup besar antara populasi yang harus dilayani dengan program pelayanan yang telah disediakan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.(wan/jnr/ryo/s)

Related posts

AAL Raih Third Runner-Up Diajang STTAL English Debate Competition 2021

Wawan Sipro

Peringati Hari Down Syndrome Sedunia, Unusa Ajak Bangun Kepedulian

Wawan Sipro

Pangkoarmada II Gelar Exit Briefing

Wawan Sipro

Leave a Comment