Image default
Pendidikan

Bank Muamalat Beri Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Guru Ngaji

Surabaya,prestasijatim.com – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memberikan perlindungan jaminan sosial BPJS ketenagakerjaan kepada 3.477 orang guru ngaji di Surabaya. Para Guru ngaji tersebut mendapat perlindungan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama 3 bulan.

Kepesertaan para guru ngaji se-Surabaya ini ditandai dengan penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Kemenag Kota Surabaya, Selasa (15/1).Branch Manager PT Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Surabaya, Hj Rizma menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan BPJS Ketenagakerjaan Pusat di Jakarta tentang pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan guru ngaji melalui program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).

Rizma mengatakan, dalam program GN Lingkaran ini Bank Muamalat Indonesia Tbk memberikan kuota 10.000 guru ngaji se-Indonesia untuk mendapatkan perlindungan program JKK dan JKM selama 3 bulan. Program ini sebagai bentuk kepedulian Bank Muamalat Indonesia, yang tujuan pendiriannnya bukan cuma bisnis semata, tapi juga sebagai lembaga dakwah dan lembaga sosial. Bank Muamalat Indonesia merupakan bank syariah pertama di Indonesia, yang didirikan bukan hanya oleh para ekonom, tapi juga oleh majelis ulama.

Rizma mengaku bersyukur pihaknya bisa ikut memberi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada para guru ngaji di Surabaya, dengan harapan akan benar-benar bermanfaat bagi mereka.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya, Karimunjawa, Suharto menjelaskan tentang manfaat program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan. Melalui iuran Rp 16.800,-/bulan/orang yang telah dibayar Bank Muamalat selama 3 bulan kedepan, jika dalam masa ini ada yang mengalami kecelakaan kerja, yang bersangkutan bisa mendapatkan penggantian bea angkut ke rumah sakit, dan bea pengobatan serta perawatan sampai sembuh tanpa batas.

Terus, selama belum bisa kembali kerja juga akan mendapatkan penggantian upah. Dan bila akhirnya meninggal dunia, santunannya Rp 48 juta plus bea pendidikan anak Rp 12 juta. Akan tetapi, jika meninggal bukan akibat kecelakaan kerja, santunannya Rp 24 juta.

Suharto juga menegaskan, para guru ngaji Surabaya ini diminta untuk meneruskan pembayaran iuran kepesertaannya setelah masa perlindungan dari Bank Muamalat habis. Dia mengingatkan, perlindungan jaminan sosial ini sangat penting, karena resiko kerja bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

selain itu, pada media ini Suharto mengatakan, momen ini diharapkan mampu menggugah perusahaan atau instansi lain untuk ikut peduli perlindungan jaminan sosial pekerja rentan.Diharapkan perusahaan-perusahaan lain akan tergerak seperti Bank Muamalat untuk ikut GN Lingkaran, yang mau memanfaatkan CSR-nya untuk perlindungan bagi pekerja rentan,” kata Suharto sembari menjelaskan pekerja rentan yang dimaksud adalah pekerja yang upahnya kecil bahkan tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. (ryo/p)

Related posts

Serah Terima Jabatan Kaprodi S2 Asro Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Wawan Sipro

Kenali Dunia Maritim Sejak Dini, 36 Siswa TK Hang Tuah XX Sambangi Mako Lanal Cilacap

Wawan Sipro

Sidoarjo Miliki Bioskop Mini Literasi Anak

Wawan Sipro

Leave a Comment