Image default
Headline Pendidikan

175 Lulusan STTAL Sosok Teknokrat yang Melek Teknologi Masa Depan

 

Surabaya, prestasijatim – Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) berhasil meluluskan 175 mahasiswa tepat waktu. Para lulusan terdiri dari 20 wisudawan S-2 Asro Angkatan V, 58 wisudawan S-1 Angkatan XXXVIII, 57 wisudawan S-1 Angkatan XXXIX dan 40 wisudawan D-3 Angkatan XIII.

Proses kelulusan para prajurit terbaik ini ditandai dengan upacara Penutupan Pendidikan (Tupdik) dan Wisuda tahun 2020, di Gedung R. Moeljadi Kodiklatal, Surabaya, Jawa Timur, Senin (20/1/2020).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, melalui amanat yang disampaikan oleh Wakasal Laksamana Madya TNI Mintoro Yulianto, menuturkan, profesi dibidang pertahanan dan kemiliteran, khususnya TNI Angkatan Laut harus mampu beradaptasi dengan tuntutan zaman digital.
“Khususnya STTAL yang berhadapan langsung dengan perkembangan teknologi keangkatan lauta. Karena di lembaga pendidikan inilah para calon teknokrat dan akademisi Angkatan Laut dibentuk dan dihasilkan,” katanya.
“Apabila kita telah berhasil membenahi pendidikan agar mampu mengikuti derap perkembangan teknologi, maka kita dapat menumpukan harapan kita pada para wisudawan sekalian untuk membawa Angkatan Laut menuju ke era kejayaannya guna mendukung visi Indonesia unggul,” tambahnya
Menurut Kasal, para wisudawan STTAL merupakan sosok teknokrat Angkatan Laut yang merupakan pengawal organisasi TNI dan TNI Angkatan Laut dimasa mendatang yang melek teknologi digital dan tanggap akan perkembangan teknologi mutakhir.
“Untuk itu terapkanlah ilmu kalian seoptimal mungkin untuk mendorong kemajuan organisasi, selain untuk pengembangan diri, namun tetaplah junjung tinggi nilai sapta marga, sumpah prajurit dan trisila TNI Angkatan Laut,”tegas Siwi.
Mengakhiri amanat saya berpesan, para wisudawan dan keluarganya untuk senantiasa menyeimbangkan kemampuan akademis dengan kemampuan emosional dan spiritual agar diperoleh hidup yang lebih baik.
Sementara itu, Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Avando Bastari berharap, setiap lulusan STTAL yang akan menempati penugasan ditempat baru mampu bekerja secara inovatif dan punya ide-ide kreasi baru dalam mengadapi tantangan kedepan.
“Dalam menjalankan tugas harus bisa menganalisa setiap tantangan yang dihadapi secara holistik maupun secara keilmuan,”tandasnya.
Dalam prosesi Penutupan Pendidikan (Tupdik) dan Wisuda Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) berhasil meluluskan 175 mahasiswa tepat waktu. Para lulusan terdiri dari 20 wisudawan S-2 Asro Angkatan V, 58 wisudawan S-1 Angkatan XXXVIII, 57 wisudawan S-1 Angkatan XXXIX dan 40 wisudawan D-3 Angkatan XIII.
Sebagai penerima penghargaan Vidya Adhiguna atau lulusan terbaik STTAL tahun 2020 diraih Letkol Laut (T) Bill Saudiaz dari Prodi S-2 Asro Angkatan V dengan IPK 3,85, Mayor Laut (P) Joko Ariyanto dari Prodi Teknik Manajemen Industri S-1 Angkatan XXXVIII dengan IPK 3,65, dan Kapten Laut (P) I Nyoman Astawa Yasa dari Prodi Teknik Manajemen Industri S-1 Angkatan XXXIX dengan IPK 3,69, serta Serka Pas Robert Radiyanto dari Prodi D3 Teknik Informatika Angkatan XII dengan IPK 3,8
Pada momen wisuda tersebut juga dipamerkan puluhan produk unggulan lulusan STTAL Tahun 2020.
Adapun beberapa produk unggulan lulusan STTAL tahun 2020 adalah Rancang Bangun Desain Underwater Jet Pack yang merupakan alat pendukung tugas Kopaska TNI AL dalam melakukan sabotase bawah air, agar mampu berenang cepat sejauh mungkin untuk menuju sasaran.
Alat yang bernama underwater jetpack berdimensi panjang 0,44174 m dan lebar 0,291 m, serta tinggi 0,185, sedangkan berat 18,90 kg dengan kecepatan maksimal 3 knot dengan system propulsi menggunakan propeller yang didukung dengan dua buah motor DC dan dua baterai kering.
Dua produk unggulan lainnya adalah Rancang Bangun Tactical Unmand Ground Vehicle (UGV) adalah kendaraan dengan penggerak rantai yang dikendalikan jarak jauh (Wire Less). Tujuan dari pembuatan kendaraan ini adalah sebagai penunjang dalam penugasan TNI AL.
Kemampuan dari desain ini adalah dapat digunakan sebagai pengintai dan pengamanan bahan peledak dan Rancang Bangun Simulasi Penembakan Meriam 20 mm untuk Prajurit KRI pada saat kapal berlayar dinamik pada suatu obyek diam/bergerak dengan parameter yang mendekati nilai dan keadaan sebenarnya. Simulasi ini merupakan proses yang diperlukan meniru tingkah laku sistem yang sesungguhnya menggunakan system virtual reality. (sttal/wan/yat) ,

Related posts

Tingkatkan Pengelolaan Zakat, Puspas Unair Kerjasama Dengan IZI

Wawan Sipro

Wakil Surabaya Berebut Wakili Indonesia ke Tiongkok

Wawan Sipro

Banyak Bunga Mekar Diakhir Tahun, Pemkot Surabaya Berencana jadikan Paket Wisata

redaksicn1

Leave a Comment