Image default
Pemerintahan Pendidikan

Seni Musik Ajarkan Kearifan Lokal

 

Surabaya, prestasijatim.com – Seni musik selain memperkenalkan nada dan irama juga mengajarkan nilai-nilai kearifan lokal yang bisa diedukasikan menjadi dasar-dasar karakter seperti kehalusan, keceriaan serta kemantaban kalbu.
“Mari anak-anak kita diedukasi dengan nilai-nilai kearifan lokal seni musik budaya lokal,” ujar ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Sinarto, saat membuka Peningkatan Cipta Seni Musik Tradisi Pelajar Tahuh 2019 yang merupakan Rangkaian Pekan Cipta Seni Provinsi Jawa Timur 2019, di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Kamis(4/4).
Sianrto mengajak para orang tua agar tidak menjauhkan anak-anak dengan seni musik. Sebab dengan musik anak-anak bisa dan mau mendengarkan nada irama yang berdampak pada pembisaraan (omongannya) atau cara berbicara dan berperilaku yang baik.
“Sekarang banyak orang tidak bisa mendengarkan nada pembicaraannya sendiri, sehingga ia tidak tahu apakah menyakiti orang lain atau tidak. Irama telah membantu anak-nanak kita untuk menata kalimat yang tidak bisa dipahami sendiri,” ujar Sinarto.
Menurut dia, bagi anak-anak yang telah mempunyai keterampilan dan memiliki basic musik tradisi, terus dipupuk dan diajari sampai trampil bermain musik dengan irama yang dimilikinya. Karena ke depan para anak-anak akan memahami seni musik yang mempunyai kearifan lokal. “Itulah yang dinamakan kehebatan musik lokal yang harus dibanggakan,” tuturnya.
Dengan membanggakan musik sendiri, kata Sinarto, kalau ada musik dari luar negeri dan luar daerahnya sifatnya hanya menambah, tetapi tidak akan bisa menghilangkan kebanggaannya karakter tradiri kekayaan seni musik sendiri.
Menurut Sinarto, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sudah maju, maka harus bangga dengan musik lokal tidak perlu mebangga-bangakan tradisi orang lain. Dari sisi lain seni budaya musik harus ditanamkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini karenakan ketika para anak-anak bisa memahami nilai kesenian kebudayaan maka mereka tidak akan melukapan seni budaya lokalnya.
Seni budaya musik juga bisa membentuk karakter generasi milinial. Milinial merupakan generasi yang dipenuhi dengan pikiran-pikiran teknologi dan teknologi komunikasi (IT). Anak-anak melenial yang paham dengan IT tersebut dimantabkan dengan kecerdasannya untuk memilih mana yang harus dimiliki dan yang tidak. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kehidupan mereka dari bagian kehidupan manusia.
“Anak-anak milinial harus pandai-pandai memilih antara budaya dan sastra yang baik dan yang tidak baik sehingga terhindar dari salah pilih. “ Oleh sebab itu jadilah anak-anak melinial yang cerdas berbudaya,”berprestasi dan imbuhnya,” ibuhnya.(wan/jnr)

Related posts

RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Lulus Akreditasi SNARS

Wawan Sipro

Lomba Mewarnai Meriahkan HUT Ke 48 Lanal Banyuwangi

Wawan Sipro

Arumi Bachsin Kenalkan Dekranasda di Mitra Pernikahan Indonesia

Wawan Sipro

Leave a Comment