Image default
Pemerintahan Pendidikan

Pengembangan Pendidikan Vokasi Jatim digenjot

Surabaya,prestasijatim.co -Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap untuk memenuhi kebutuhan di era Revolusi Industri 4.0.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional Kompetensi SDM di Era Revolusi Industri 4.0 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (29/1).

Menurut Gubernur Jatim, Soekarwo, keahlian serta skill itu satu, diantaranya yakni didapat dari pendidikan vokasi, misalnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Di bidang vokasi ini, selain moratorium SMK di Jatim, kami juga mendorong link and match antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga lulusannya menjadi tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan industri,” ujarnya.

Untuk meningkatkan standar lulusan dari SMK itu sendiri, Pemprov Jatim akan membentuk 320 SMK Lembaga Sertifikasi Profesi-1 (LSP-1), melakukan sertifikasi kompetensi bagi 80 ribu siswa SMK, assessor LSP-1 bagi 1.500 guru produktif SMK dan melakukan uji kompetensi terhadap 1.600 guru produktif SMK.

Soekarwo berharap agar program vokasi dapat terus berjalan, sehingga kesejahteraan bisa terangkat salah satunya dari pendidikan.

“Ini sesuai tujuan negara untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Agung Setiya Budhi selaku moderator dalam acara seminar tersebut menjelaskan, Revolusi Industri 4.0 merupakan keniscayaan, yang dalam seminar tersebut berusaha mencari masukan dan ide, untuk menghadapi era tersebut.

“Kalau bisa dibilang industri 4.0 merupakan sebuah takdir, dari sini kita mencari masukan-masukan serta ide-ide untuk menghadapi era itu,” jelas Agung Setiya Budhi yang juga selaku Direktur Utama PT Gresik Cipta Sejahtera.

Ia menjelaskan, penerapan industri 4.0 di bidang perusahaan adalah membuat sistem informasi yang terintegrasi. Alumni Universitas Diponegoro itu mencontohkan, di PT Gresik Cipta Sejahtera, yang merupakan perusahaan bidang perdagangan umum, bisnis pupuk, bahan kimia, angkutan dan pergudangan, mereka membuat sistem informasi yang disebut ERP, untuk pengintegrasian seluruh komponen perusahaan.

“Mereka juga membuat jaringan ke konsumen, house to house menjaring konsumen kita sampai ke desa-desa, yang mempunyai 1550 kios di seluruh Indonesia. Tujuan utama untuk sistem dan kontrol, selain itu juga untuk meraih konsumen,” katanya.

Sementara itu, seminar nasional yang diselenggarakan oleh IKA Undip DPD Jatim ini dihadiri sekitar 260 orang alumni Undip di wilayah Jatim dan sekitarnya.

Dalam seminar ini juga dilakukan diskusi panel dengan narasumber Wakil Ketua DPD RI, Akhmad Muqowam, Ketua DPP IKA Undip yang juga Dirut Bank Tabungan Negara, Maryono serta Dirut PT Quantum HRM Internasional, Pribadiono. (jn/wan/mad)

Related posts

Kemendikbud Optimalisasikan Anggaran Fungsi Pendidikan

Wawan Sipro

ITS Hadirkan Smart Shelter

Wawan Sipro

Schneider Berikan Beasiswa kepada Mahasiswa Berprestasi ITS

Wawan Sipro

Leave a Comment