Image default
Komunitas Pendidikan Wisata

Perkenalkan Inovasi Warga, Unair Ajak Mahasiswa Asing Berkunjung Ke Kampung Jawara Kota Surabaya

Surabaya, Prestasijatim.com – Sebanyak 15 mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Airlangga Surabaya, melakukan kunjungan ke RT. 02. RW. I. Kelurahan Jambangan, Jumat (18/01).

Di wilayah yang baru menyabet Kampung Jawara Surabaya 2018 ini, para mahasiswa program beasiswa tersebut diperkenalkan cara pengolahan sampah rumah tangga hingga menjadi komoditas berharga dan usaha ekonomi warga.

Di kawasan yang menjadi salah satu pilot project Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pertamina (Persero) MOR V TBBM SG ini, mahasiswa asing ini sebagian besar bisa berbahasa Indonesia secara aktif dan pasif dapat berinteraksi dan responsif serta antusias ketika mendengarkan penjelasan dari Ketua RT.02., Risnani Pudji Rahayu yang memandu dan memaparkan tentang pengelolaan sampah, daur ulang dan pemanfaatannya, melihat bank sampah, mini workshop-praktek kerajinan daur ulang, komposter, mengamati Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah tangga.

Risnani yang juga pionir Kampung Pusat Ekonomi Jambangan Hebat (Pejabat) ini memamerkan hasil usaha ekonomi warga berupa produk olahan berskala rumah tangga dari kuliner makanan minuman seperti frozen food olahan ikan, bumbu masakan tradisional, minuman pokka, rempah toga. Salah satu mahasiswa asal Rusia yang minta dipanggil dengan nama Timur mengatakan senang bisa berorientasi dengan kondisi yang berbeda dari negaranya, karena perbedaan iklim dan penggunaan teknologi dalam hampir setiap lini kehidupan. “Menarik, senang tapi panas saat jalan” katanya terbata.

Iyun Witari dari Pusat Bahasa Unair salah satu fasilitator kunjungan mengatakan mahasiswa Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) ini tidak hanya mengikuti pembelajaran di dalam kelas namun juga mahasiswa asing ini mendapatkan pengalaman nyata di luar kelas, juga ditujukan kehidupan sehari hari bangsa Indonesia dengan mengajak berkunjung ke kampung tematik di Surabaya.

Pengalaman berkunjung bagi mahasiswa asing ini bisa menjadi pembanding seperti soal pengelolaan sampah rumah tangga, karena di negaranya mungkin sudah menggunakan teknologi maju dalam penanganan sampah, tapi justru ingin diperlihatkan komitmen bangsa Indonesia cara menangani sampah dan peduli terhadap lingkungan.

“Kita tunjukkan kepada mahasiswa asing ini bahwa di Surabaya ada kampung yang warganya sangat peduli dengan lingkungan melalui pengelolaan sampah secara mandiri, tidak hanya terkenal sebagai bangsa yang ramah tapi juga peduli” kata Iyun.

Unair Surabaya merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ditujuk oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi R.I untuk menjalankan program Kemitraan Negara Berkembang bea siswa mahasiswa asing studi pasca sarjana, sedangkan Unair sendiri juga memiliki program beasiswa bagi mahasiswa asing melalui Airlangga Development Scholarship (ADS) untuk melanjutkan kuliah S2 dan S3 di Unair.

Bagi mahasiswa asing yang kuliah di Unair ini, wajib mengikuti program kuliah Bahasa Indonesia selama empat bulan di Pusat Bahasa Unair dan saat kuliah berbaur dengan mahasiswa umum. Ke 15 mahasiswa asing yang touring di kampung tematik ini tercatat berasal dari negara Tanzania, Rwanda, Madagaskar, Gambia, Nigeria, Gaza Palestina, Polandia, Russia, Jepang, Tiongkok, Kamboja dan Timor Leste. (wan/jn/pno)

Related posts

Sosok Ning Lia Mengingatkan Kembali Fenomena Mega Bintang

Wawan Sipro

Lebih disukai, Perpus Sidoarjo butuh Buku Cerita Anak lebih banyak lagi

Wawan Sipro

Kejurda Selama 2019, Surabaya Masih Terkuat

Wawan Sipro

3 comments

Leave a Comment